Keripik Pedes
Wednesday, November 30th, 2005Keripik Pedes, nah ini sebuah masalah baru, keripik pedes pada dasarnya cukup murah untuk difollow up, tetapi kenyataanya kadang-kadang kita bisa merasa aneh dengan rasanya, soalnya terkadang ini hanya berisi essence belaka dari rasa pedas tersebut, menrut gw ini wajar saja soalnya yang namanya cabe itu sekilo sekarang mahal banget..
Bahkan gw pernah mengalami sebuah kejadian dimana cabe itu memiliki value of money, bila kita ke restoran, padahla kan biasnya yang namanya cabe itu kita bisa gila-gilaan nagmbilnya bila di restoran fast food, alkisah waktu itu temen gw mau pesen ketoprak, dan harganya waktu itu kalo gak salah 2000 rupiah, dan biasanya kita ditawarin oleh penjualnya, mau jumlah cabenya berapa, karena kawan gw merasa kalau cabe itu tidak berharga diapun memesan 10 buah cabe, tersentak dengan jumlahnya " Maaf Mas harganya nambah jadi 500" ujar abangnya, tersentaklah kawan gw ini..jadi dia batal untuk memesan cabe sebanyak itu.
Kisah diatas sedikit menjadi refleksi bahwa kita sering kali melupakan bahwa sesuatu yang sifatnya gratis membuat kita menjadikan hal tersebut sesuatu yang kurang berharga, sebagai contoh, tak terhitung banyaknya orang yang boros sambel pada saat kita ke KFC, ataupun restoran fast food lain yang menyediakan sambal gratis…ini memang pangkal keborosan, dan tentunya kita tidak sadar akan hal itu, jadi kadang perilaku boros menjadi sebuah kebiasaan, sampai kita mendapati bahwa sesuatu yang gratis tadi adalah sesuatu yang mahal…
Jadi hendaknya mulai saat ini kita musti nyadar kalo yang namnay pedes itu juga ada value of money juga, sama halnya pada saat kita membeli keripik pedas untuk cemilan, meski itu terkadang hanya essence dari pedas, tetapi kita rela untuk mengeluarkn uang untuk, itu jadi menurut saya hargailah sesuatu meski sesuatu tersebut bisa dengan mudah bahkan gratis untuk kita peroleh, karena bisa jadi saat itu mulai ada harganya kita jadi bingung….