Night At The Musem
Sunday, December 31st, 2006Gw sangat menikmati kerjaan gw yang satu ini…
Night At The Museum: Sejarah menjadi hidup
Oleh: Sofyari Rahman
Email: b354r@yahoo.com
Museum membuat sejarah menjadi hidup. Melihat kembali ke masa lalu, membuat kita kadang membayangkan, bagaimanakah rasanya bila kita hidup di zaman yang sama dengan mereka yang ada di Museum tersebut. Perasaan ini yang membuat film yang diangkat berdasarkan novel dengan judul yang sama ini, mendasarkan ide ceritanya. Sepanjang waktu kita diberikan sebuah gambaran bagaimana keadaan sebuah museum manakala seluruh yang berada di dalam museum tersebut hidup, dari mulai fosil dinosaurus hingga Patung Teddy Roosevelt. Kegilaan ini menjadi alur utama dari Film ini.
Larry Daley (Ben Stiller) menghadapi kesulitan, karena belum memperoleh pekerjaan yang tepat, ia mulai dijauhi oleh anaknya Nick (Jake Cherry). Daley harus segera mendapatkan pekerjaan. Akhirnya Larry pun mendapatkan tawaran untuk menjadi penjaga malam di Museum Nasional. Pada awalnya Larry merasa ragu dengan pekerjaan tersebut, namun setelah di diwawancara oleh penjaga museum (Dick Van Dyke, Mickey Rooney, Bill Cobs). Larry pun diterima. Sebelum ia menjalankan tugasnya satu pesan yang diberikan oleh penjaga museum kepadanya “selain kamu pastikan tidak ada yang masuk, pastikan juga tidak ada yang keluar”. Sebuah anjuran yang akan memberikan kejutan dalam pekerjaannya.
Dalam malam pertama ia berjaga, tanpa ia sadari para “penghuni” museum tersebut akan menjadi hidup manakala malam telah tiba. Diawali dengan keterkejutannya melihat Fosil Dinosaurus yang berjalan sendiri, dan Kemudian bertemu dengan rombongan Koboi, yang dipimpin oleh Jebediah (Owen Wilson) dan pasukan romawi yang dikomandoi oleh komanan (Steve Coogan). Bersapa dengan Patung Teddy Roosevelt (Robin Williams). Larry pun bertanya-tanya apa yang membuat mereka semua menjadi hidup. Teddy pun menjelasakan semenjak Batu Ahkmenrah ditempatkan di museum tersebut, seluruh penghuni museum menjadi hidup ketika malam tiba.
Untuk mengatasi segala kebingungan ini, Larry pun disarankan untuk mempelajari sejarah lebih dalam, namun tanpa ia sadari ada sekelompok orang yang ternyata berusaha merampok museum tersebut, dengan memanfaatkan kebingungan Larry mengatasi kegilaan para penghuni museum. Mampukah Larry mengatasi semua permasalahannya?. Tonton film ini sampai akhir.
Film garapan Shawn Levy yang berdurasi 108 menit, memberikan kita sebuah imajinasi yang sangat menyenangkan bagaimana rasanya bila penghuni museum menjadi hidup dalam arti yang sebenarnya. Namun alur dari film ini menjadi kabur dan hanya fokus kepada museum saja, konflik antara Nick dan Larry kurang tergali, bahkan hanya menjadi pemanis saja. Bahkan kalo pun dibuang tidak akan mempengaruhi jalan cerita, selain itu ada beberapa kejanggalan visual dalam film ini, bagaimana sebuah ruangan yang tadinya porak poranda akibat terjangan dinosaurus. Tiba-tiba menjadi rapi kembali, selain itu ketika salah satu patung diorama berhasil keluar museum,dan berubah menjadi abu pada pagi harinya, namun keesokan hari sudah ada kembali ditempat.
Dengan berbagai macam humor klasik, film ini menjadi menarik, karena kuat secara imajinasi dan ide cerita, namun sayang kurang tergali lebih mendalam.