Archive for June, 2007

Kebab Connection

Monday, June 11th, 2007

Kebab Connection : Kungfu
Fighting with Yourself

(Kineforum/TIM 21/10 Juni
2007/14:15)

 

Film Jerman bukanlah
film yang populer di Indonesia, mungkin salah satu yang fenomenal
adalah Downfall, yang bercerita tentang hari-hari terakhir Hitler.
Film ini mendapatkan banyak apresiasi dari pecinta film Indonesia.
Namun selain film tersebut masih banyak film-film Jerman  yang
bermutu, namun karena keterbatasan pilihan studio bioskop yang kita
miliki membuat kita sangat sulit untuk dapat menontonnya. Kecuali
kita meminjam dari Pusat Kebudayaan Jerman tentunya. Tetapi Kineforum
dengan program penayangan film yang alternatif dan bermutu, mampu 
memuaskan sedikit dahaga soal Film Jerman. Meski masih terbatas.

Film yang akan dibaha
kali ini adalah film yang bertajuk Kebab Connection,
film yang  diproduksi tahun 2005. Disutradarai oleh Anno Saul, dan
pada tahun yang sama film ini mendapatkan penghargaan pada Ljubljana
International Film Festival dengan kategori Audience Award. Dan juga
nominasi dalam German Camera Award.

Ibo alias Ibrahim, punya
obsesi untuk membuat film kungfu Jerman yang pertama, dan ia wujudkan
harapan tersebut dengan awalan membuat sebuah Iklan dengan tema
kungfu, untuk Pamannya. Iklan tersebut untuk mempromosikan restoran
turki milik pamannya. Meski hasilnya tidak disukai pamannya. Tetapi
diluar dugaan justru  iklan tersebut menjadi fenomena di Daerah
tersebut. Restoran pamannya pun mulai ramai dikunjungi.  Dengan penuh
keyakinan Ibo pun berusaha mendekati seorang produser film, tapi apa
mau dikata produser tersebut masih belum dapat di yakinkan. Dengan
penuh kecewa Ibo harus memupus harapannya, ditengah kekecewaannya, ia
mendapat sebuah kejutan, Pacarnya Titzi telah hamil, dan Ibo akan
segera menjadi Ayah. Kondisi ini membuat Ibo sangat ketakutan dan
sangat bingung, bisakah Ibo mengatasi masalahnya dan kemudian
mendapatkan apa yang dia impikan?.

Film dengan alur yang
sangat sederhana ini menggambarkan kelimpungan dan kebingungan
situasi yang dihadapi oleh Ibo, bagaimana ia dituntut untuk dapat
bertanggung jawab terhadap mimpi dan Tindakannya.

Alurnya sendiri sangat
menarik, setiap konflik dalam permasalahan Ibo, selalu muncul ide
-ide baru yang segar, keinginan dia untuk menjadi ayah yang baik
berusaha ia wujudkan dengan semaksimal mungkin, sampai-sampai ia
mengikuti kursus untuk mengurus bayi. Dalam pencariannya inilah
banyak unsur  komedi yang kental dalam prosesnya. Perkembangan
karakter Ibo, kedewasaan dan ketidakdewasaannya dapat terlihat dengan
baik, konflil kultural yang harus ia hadapi menjadi permasalahan
tersendiri.

Namun sayang film ini
terlalu Ibo Sentris, sedangkan peranan Titzi sang pacar, tidak
tergarap dengan baik, Titzi sebagai tokoh penting terlalu linier
dalam hal karakterm bahkan terkesan pasrah, sebenarnya dia punya
peran tersendiri dalam film ini yaitu, keinginan dia untuk
mendapatkan peran dalam Drama Romeo dan Juliet, tapi Anna Soul kurang
mengangkat hal ini. Bahkan terjadi kebingungan dalam menempatkan
posisi Titzi.

Tetapi untunglah
kelemahan ini dapat ditutupi oleh akting dari para pemerannya. Dan
Film ini mencoba memberi tahu satu hal, kita tidak akan pernah tahu
bila belum mencoba.

Ocean 13: My Review

Thursday, June 7th, 2007

Ocean 13: Balas Dendam
yang Manis

(Plaza Senayan XXI/11:45/7
Juni 2007)

Satu hal soal film ocean
the series adalah metode perampokannya yang unik dan menegangkan, dan
sebenarnya bila kita menonton seriesnya kita harus bisa memisahkan
masing-masing sekuel untuk berdiri sendiri, meski karakternya sama
dan terkesan melanjutkan sebelumnya. Tetapi masing-masing film
memiliki ciri khas tersendiri. Dan disini yang membuat film ini
begitu menarik untuk ditonton, Seperti kata Danny Ocean dalam film
ini “Kita udah mencoba cara tersebut untuk kasino mu, tapi kita
tidak mungkin menggunakan cara yang sama” artinya setiap film
selalu ada hal yang baru.

Sedikit mengingat film
yang terdahulu. Film ini bercerita tentang kawanan perampok yang ahli
di bawah pimpinan Danny Ocean, bila di Film yang pertama yaitu Ocean
11 kita disuguhi cerita perampokan dengan satu target, dan dengan
metode yang canggih, rapi dan bersih. Di Ocean 12 kita disuguhi
sebuah pertarungan antara perampok, untuk mendapatkan gelar perampok
terbaik dunia, dimana dalam film ini terjadi pertempuran antara
perampok individu melawan kelompok. Yang menjadi dominan dari setiap
filmnya adalah kecerdikan dan kejelian dalam mengambil langkah. Dan
seperti bisa kecerdikan dan kejelian ini menjadi Menu Utama dari Film
ini.

Dalam Sekuel yang ketiga
ini Ocean masih di sutradarai Steven Sorderbergh, dan masih
dibintangi oleh anggota-anggota yang lama, cuman kali minus pemeran
wanitanya. Jadi gak perlu bingung kalo kesannya nih film jadi film
yang cowok banget.

Ocean 13 bercerita
tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh Willy Bank (Al Pacino)
terhadap Reuben , akibat pengkhianatan tersebut Reuben jatuh sakit.
Dan karena hal itu Kelompok Ocean pun kembali berkumpul untuk
membalas perlakuan Willy Bank. Namun kali ini mereka dihadapkan pada
kondisi keamanan yang serba digital dengan perangkat Super Komputer
bernama GRECO. Komputer ini mampu mendeteksi segala macam bahaya. Dan
hampir mustahil untuk ditembus, kecuali komputer tersebut merasa
terancam. Dan cara yang paling mungkin adalah membuat gempa bumi.
Namun cara ini tidaklah mudah karena dibutuhkan Bor Bumi yang super
besar untuk membuat getaran. Bor yang pertama mereka gunakan ternyata
mengalami kerusakan. Dan untuk membeli Bor yang baru mereka
membutuhkan bantuan pinjaman dari Terry Benedict.

Kali ini mampukah mereka
mewujudkan balas dendam mereka, tonton dan perhatkan filmnya.

Kali ini penangangan
yang lebih kompleks dan juga cerita yang lebih sederhana, dengan
membuat alur fokus ke satu titik, membuat film ini sederhana bertutur
soal permasalahan yang mereka hadapi.

Perampokan menjadi hal
yang sangat rumit, karena mereka musti bertarung dengan Buruh-buruh
meksiko, hingga kelicikan  dan keangkuhan Willy Bank. Kekuatan utama
dari Film ini adalah banyak hal kreatif yang terjadi di lapangan.
Yang muncul karena kegagalan rencana, ataupun kendala yang mereka
hadapi. Pemanfaatan situasi dan psikologi manusia, sangat menonjol.
Kecanggihan masih ada, tetapi Ocean membuktikan secanggih apapun
teknologi pasti punya kelemahan, kalo gw jadi Danny gw bakal bilang
ANALOG RULES!!!!!!

Film ini memang cowok
banget, is about revenge, and its a very sweet revenge. Bukan berarti
film ini gak punya kelemahan, tetap saja buat gw peran Al Pacino
datar banget, kurang menggigit. Dia tidak menggambarkan kharisma
seorang pemilik kasino besar. Seakan dilahirkan sebagai penjahat.
Kurang kuat karakternya. Tapi film ini tetap menghibur ditambah
dengan adanya porsi komedi yang terasa pas. Dan ini tidak
menghilangkan karakternya. Bosan bisa menjadi kata yang anda ucapkan,
tetapi cobalah menonton dan nikmati setiap kecerdikan mereka.
Benar-benar manis banget..GULA KALI!!!

Film ini Bintang 4/5

Shrek 3

Tuesday, June 5th, 2007

Shrek 3 : Prince Charming Strikes Back
Oleh Sofyari Rahman
(Setiabudi 21/5 Juni 2007/10:30)
Email: b354r@yahoo.com

    William Steig tidak akan menyangka bahwa tokoh yang dia ciptakan bakal menjadi salah satu tokoh paling fenomenal dalam sejarah film Animasi. Shrek telah membuktikan untuk konsisten dengan waktu edarnya yaitu setiap 3 tahun sekali, diawali pada tahun 2001 kemudian 2004 dan tentu saja 2007. Menurut kabar rencananya akan dibuat shrek yang ke 4 dan ini merupakan sekuel terakhir dari Shrek. Film animasi 3D dimensi buatan Dreamworks Pictures ini menjadi Animasi terlaris dalam sejarah perfilman Animasi Dunia. Dengan cerita yang mengambil latar belakang dongeng-dongeng klasik yang kemudian diparodikan memang sangat memikat, dan ini yang menjadi daya tarik yang luar biasa untuk menonton film ini.

    Dengan Sutradara Chris Miller dan masih dengan bintang-bintang yang setia menemani dari mulai Shrek yang pertama hingga sekarang, seperti Mike Myers, Eddie Murphy, Antonio Banderas, Cameron Diaz dan lain-lain. Membuat karakter dari masing-masing tokoh sangat melekat dalam benak kita. Dan kali ini Monster Hijau besar dari Rawa menonjolkan cerita yang jauh lebih kuat dan kompleks tetapi tetap, dan tetap sangat amat menghibur.

    Melanjutkan film ke 2. Shrek dan Fiona, harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus menjadi raja dari Kerajaan Far Far Away, karena Raja Katak sekarat akibat sakit. Di tengah segala perasaan yang berkecamuk, Shrek merasa bahwa menjadi raja bukanlah pilihan hidupnya, ia lebih menginginkan hidup di rawa, kampung halamannya.

    Namun untuk itu ia harus menemukan pengganti dari posisinya, berdasarkan wasiat Raja Katak, maka selain Shrek, hanya Arthur sepupu Fiona yang dapat menggantikan posisinya bila dia telah mangkat.

    Mendapat kesempatan tersebut berangkatlah Trio Edan dari Far Far Away, Donkey, Shrek dan tentu saja Puss In Boots. Untuk menjemput Arthur, tetapi tanpa mereka sadari Prince Charming sudah menyusun rencana untuk merebut kembali kerajaan Far Far Away dari Shrek untuk mendapatkan “Happily Ever After”

    Dengan usaha keras Shrek akhirnya bisa membujuk Arthur untuk kembali ke kerajaan Far Far Away dan menjadi raja. Pada saat mereka tiba di Kerajaan mereka telah mendapati bahwa kerajaan telah kacau balau dibawah kepemimpinan Prince Charming. Dan mereka berusaha untuk merebutnya kembali. “Mari Bung Rebut Kembali”

    Film ini menawarkan banyak sekali tokoh-tokoh dongeng terkenal, seperti Snow White, Cinderella,Pinokio, Red Riding Hood, 3 Babi, dan semuanya menampilkan alter ego mereka masing-masing dengan gaya yang sangat kocak. Patut diacungi jempol bagi penulis Andrew Adamson, yang untuk kali ini membawakan cerita yang penuh dengan pengembangan karakter dan juga permainan aksi yang luar biasa, dan tak lupa dialog yang sangat luar biasa. Terutama pada saat Pinokio berusaha agar tidak ketahuan bahwa dia berbohong.

    Alur cerita yang padat dan rapat membuat setiap adegan tidak ada habisnya menimbulkan senyum, dan karakter Shrek pun pada film ke 3 ini makin matang dengan permasalahan yang makin kompleks. Meski begitu dengan banyaknya karakter amat disayangkan salah satu karakter sentral yang baru yaitu Arthur, sangat jauh dari harapan, hampir tidak kesan dari karakter ini, sebetulnya kesempatan baginya untuk dikembangkan cukup banyak, tetapi sayang adegan menjadi klise dan membosankan.

    Dengan sedikit kekurangan yang anda Shrek pantas untuk menjadi competitor bagi Triple Thread Match antara Shrek 3 Vs Spiderman 3 Vs POTC 3. Sebuah Film keluarga yang luar biasa.

Shrek 3, Ocean Thirteen, The Hoax

Monday, June 4th, 2007

Ini ke tiga judul film yang gw rencanakan bakal gw tonton minggu ini jadi tunggu saja review dari gw..oya Insya Allah kalo lancar rencananya bulan juni gw bakalan mengadakan survey sedrhana soal film Indonesia…sedang digodok sematang mungkin pertanyaan dan Arahannya…soalnya gw gak pingin hasilnya bias..kalo bias itu bahaya buat gw…

Kenapa gw pingin banget bikin riset soal film Indonesia, pertama sejauh pengetahuan gw belum ada yang melakukan riset ini semenjak kebangkitan FIlm Indonesia pada tahun 2001 hingga sekarang..dan juga tuntutan dari kondisi perfilman yang ada sekarang..saat ini seperti yang kita udah tahu bioskop kita disuguhi dua tema besar dari film Indonesia, yaitu drama ABG dan juga horor..well sebenarnya ada satu genre lagi yaitu mereka yang mengusung idealisme..

Apakah ada yang salah dengan mengusung dua tema besar tersebut, gak ada yang salah cuman tetap aja gw penasaran…pertanyaan yang menggantung di diri gw adalah kenapa kita mau nonton film Indonesia, apa yang membuat mereka senang menonton film Indonesia?, apa saja yang kurang dari film Indonesia?..

Terus apa pentingnya penilitian ini toh kenyataannya film indonesia sudah menggeliat lagi..gw cuman memberikan gambaran obyektif, soalnya FYI sekarang di JAgat Film Indo boleh dibilang kebagi dua kubu, yaitu kubu India dan juga kubu Miles dkk..Dimana yang India cuman mikir untung doang sedangkan yang miles lebih ke idealisme..nyambung diantara mereka, sebenarnya nyambung aja..

Dan ingin gw tegasin disini hubungan antara idealisme filmmaker dan kepentingan pasar cuman beda tipis, kalo gak ikutin lo bakalan susah hidup…tapi kalo gak sesuai idealisme bakalan gak puas..hmmm susah memang…

Oya gw lagi buat tulisan tentang Film Indonesia, susah banget karena gw gak begitu suka horor..tapi semoga jadi tulisan yang baik..